Kamis, 22 Oktober 2015

Pesta Pramuka Andalas

Raya bumi Andalas
menautkan simpati kaum muda
euforia ber Fiesta

Pesona alam Andalas
tidak hanya di sepuluh, dan belasan opsi
kami beri bukti eloknya negeri kami
pesta bakti para generasi

Hamparan hijau, sungai mengalir disisi bebatuan
air menari dari ketinggian 
asri, air terjun kami beri nama sarasah tinggi
setiap kita pasti inginkan kesini

Singgahlah, walau tak bermalam
di rumah kami hari selalu pagi
kami berpesta dalam bakti
edisi teknologi
tahun ini


Jumat, 28 Agustus 2015

Setitik Kebaikan


Banyaknya kejutan Tuhan hari demi hari menjadikan waktuku sarat dengan hikmah.
Memaknai Syukur dan Belajar.
Semua terjadi atas IzinNya,
Harapan pun tumbuh atas IzinNya.
Biar ribut dari kiri kanan pendengaran, akuku tetap berdendang dalam kesulitan.
Adapun dihantar oleh derai air mata, kadang kala dengan sedih.
Akuku tetaplah harus bersyukur, karena ini adalah nikmat
Tumbuh-tumbuhlah jiwa yang baik,
sejukkan pemandangan kehidupan dengan teduhnya pribadi
biarpun diinjak-injak, kan menjadikan diri semakin kuat
terus-teruskanlah mengedepankan wahai niat baik
sesederhana ucapan dan perkataan baik
kelak akan menjadi layak pribadi baik ini hebat
tidak akan menolak dunia bila kebaikan itu sebesar titik titik debu beterbangan
dunia yang telah kontras dan girang dengan hura-hura jahiliah
hura-hura harta, ucap-ucap nista,
mereka yang tetap menginginkan damai
pasti dahaga dengan kebaikan.
Kebaikan-kebaikan yang akan menyuburkan hati
mengikis murka dan kekejian penyakit hati.
Karena kelak setiap mereka akan tau,
bahwa sucinya hati bukanlah kepura-puraan

Rabu, 26 Agustus 2015

Wisma Akabiluru

Perayaan 1 Tahun MMS Akabiluru.


Bekerja bersama keluarga dengan latar belakang berbeda.
Kami bertemu dalam suatu ikatan pekerjaan, dan saling mengenal satu sama lain lebih intim, karena tidak hanya dalam sebuah tim, dalam keseharian pun kami tidak pernah memboloskan wajah.
Maklumlah, kami menghuni satu rumah.

Lepaskanlah Ia

Telah lelah ia,
kering sudah peluh keningnya
basah yang tidak ada lagi

masih terkatup kedua bibirnya
telah sakit rupa dan bathin yang ada pada ia
ah, seperti waktu waktu biasa
tidak mengapa
ujar lidah lidah tidak bernama

hari yang apabila
besok entah lusa
menunggu dijemput yang punya
maka
Lepaskanlah Ia.