Jumat, 27 Mei 2022

Kesakitan

Halo Sonya?
Apa kabarmu hari ini?
Sepertinya tidak baik-baik saja.
Boleh aku bercerita tentang dirimu, tentang perasaanmu dan tentang peristiwa peristiwa yang terlintas dalam benakku hari ini teman?

Aku adalah teman sejatimu, aku teman dimana engkau merasakan semua gejolak emosi, aku hadir saat ini.

Maaf yaa, aku sempat engkau lupakan beberapa lama, aku nyaris merasa tak berguna lho.
Tapi ketika engkau merasakan Kesakitan hari ini, aku kembali menjadi sesuatu hal yang berarti.
Tapi bukan berarti aku ingin kamu terus kesakitan ya teman.

Aku melihat kamu sedang rindu dengan masa emasmu yaa?
Waktu ketika, prestasi demi prestasi lahir sana dan sini.
Kamu memiliki banyak tempat, dan hadir di setiap hati mereka.

Kamu yang sabar yaa, sabar sedikit lagi kok,
ingat saja Innayah dan Shabir yang saat ini kian bertumbuh sehat dan cerdas.
Nikmati saja waktunya ya, semoga lelahmu berkah yaa mama.

Oh iya, aku lihat sendal Innayah putus yaa? Baju Shabir pun banyak yang sudah lusuh.
Sabar yaaa, aku tahu keinginanmu itu besar. Namun terhalang keterbatasan.
Sehat dan bahagia terus ya,..
biar bagaimanapun, kerikil dan terjalnya perjalanan kehidupan itu.
Aku yakin kamu mampu melewatinya, nikmati saja dulu.

Kita tak selamanya hidup serba ada, tidak pula selamanya keinginan kita dapat terpenuhi.
Kadang dengan kesakitan dan keterbatasan yang datang ini, membuat kita lebih memaknai kehidupan.
Dan menyukuri nikmat Allah.
Semoga kesakitanmu segera terobati, dan keterbatasan ini membuat kamu semakin berjiwa besar yaa  sayang. Kelak, kamu pasti akan menghargai setiap hal kecil menjadi lebih berarti. Karena kamu dulunya pernah merasai hal itu.

Senin, 09 Mei 2022

Kawan Lama

Tak usah di sapa lagi kawan,
Perlumu sudah usai.
Kurasapun tak ada lagi urusan,
sebab tempo hari hutang sudah kau lunaskan.


Diberanda akun media sosialmu sudah jarang kulihat namaku, kini.
Kalau bicara dahulu, sering kali tiap postingan, kau tandai aku.


Sekarang, jangankan hal itu terulang lagi,
notifikasi salam darimu saja sudah tak lagi.
Bisa saja waktu dan kesibukan yang membuat kita berjarak.
Tapi setidaknya, rindu dan kasih membuat kita tetap akrab bukan?


Hah, itu hanya rasa-rasaku saja, yang mengharap berkawan padamu.
Sedangkan kau tidak.



Sepertinya, aku butuh luka ini kembali sakit,
biar kalau sakit terasa,untuk mengingat namamu saja aku tak sempat.


dariku, yang dulu pernah akrab.