Jumat, 16 September 2022

Untung Badan

Untung Badan



Kita seharusnya menghitung untung, agar selalu bersyukur.

Kami sangat tau sekali rasanya dijepit keadaan. Didesak oleh masalah.

Kita sedang merasakan hal yang sama. 

Bagaimana bisa kita tidur nyenyak dalam keadaan lapar?

Bagaimana kita bisa untuk hore-hore, sedangkan tagihan sudah jatuh tempo?

Ada sebagaian dari jenis kita yang sama-sama manusia tapi mereka sedikit melupakan itu, tetap tidur nyenyak tetap hore-hore, walaupun kondisi mereka sedang berhutang, bahkan apapun mereka kerjakan agar tetap makan. Naudzubillah.



September ini, tahun 2022. Pada bulan yang sama, pencabutan subsidi BBM ditarik, harga BBM melonjak naik diikuti oleh teman-temannya yang lain. Telur saja, 30 butir memasuki harga 53.000 rupiah, sebut juga beras. Cabai dan minyak goreng tak usah disebut, karena telah lebih dahulu harganya mengejutkan kita semua, bahkan sempat hilang dalam peredaran karena ditimbun oleh 'oknum'.

Pada bulan yang sama juga, minggu pertama September tahun 2022. Perusahaan Apple resmi mengeluarkan produk terbarunya Iphone 14. Masyaallah. 



Dua peristiwa yang kontras terjadi di Bulan September ini. 


yuk mampir dulu Karya di Bulan September

Kamis, 15 September 2022

Sonya Silvia: Setitik Kebaikan

Sonya Silvia: Setitik Kebaikan:

Part 1



Banyaknya kejutan dari Tuhan hari demi hari menjadikan waktuku sarat dengan hikmah. Memaknai Syukur dan Belajar semakin lebih dalam dan khusyuk. Semua terjadi atas IzinNya. Ya, saat ini, semakin berat dan besar terpaan ujian, kami semakin berserah.


Persoalan rumah tangga, suami-istri, anak-anak, kesehatan, biaya ini itu, dan semua lainnya. Belum lagi, harga bahan pokok serba naik. Bagaimana tak tersulut emosi. Ingin rasanya kembali bekerja, namun melihat bola mata anak-anakku yang sedang sangat membutuhkan aku menemani waktu mereka, inginku menjadi surut. Aku tetap bersabar, sambil menghitung maju dan berdoa kepada Allah agar lelah dan susah payah hari ini, diberikan balasan yang sangat membanggakan dan membahagiakan suatu hari nanti.


Hanin dan Umar. Kami dikaruniakan sepasang anak perempuan dan laki-laki. Jarak kelahiran antara keduanya dekat. Kami memang sedang memilih alat Kontrasepsi yang cocok. Namun, saat suami Work From Home, semua berjalan begitu menyenangkan dan cepat. Pandemi berhasil menghadiahi kami cabang bayi.  Awal mula mengetahui aku positif hamil anak kedua, kami kaget. Perasan bingung, dan haru menjadi satu. Akankah kami siap? Alhamdulillah, sepertinya kami dipersiapkan Allah lebih awal. Hanin yang saat itu baru saja berusia 1 tahun, siap tak siap harus menerima keadaan menjadi kakak. 


Banyak pergejolakan, banyak peristiwa. Semua memang sangat berat. Tapi doa mama dan atas izin Allah semua dapat dijalani sampai hari ini. Kami banyak berterimakasih atas setiap kebaikan-kebaikan yang Allah kirimkan melalui sahabat, teman dan tetangga yang baik. Tanpa mereka, kami tentu akan kebingungan dan akan selalu berat menjalani hidup dengan keterpaksaan di perantauan seperti waktu lalu.


berlanjut Part 2...


Akhir Pekan di Kutacane, Aceh Tenggara

A day in my life di Kutacane.


Halo....

Selamat berakhir pekan teman-teman semua. Akhir pekan tentu merupakan moment yang ditunggu-tunggu setiap orang. Setelah beberapa waktu yang cukup lama kita "dirumah saja". Nah, saat ini, sudah diperbolehkan lagi kita untuk melakukan aktivitas di luar walaupun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.


Yuk, mari kita berkenalan dulu dengan sebuah Kabupaten terunik dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 

Aceh, merupakan salah satu Provinsi dari 34 Provinsi di Indonesia, yang secara geografis terletak di bagian Utara pada ujung pulau Sumatera. Aceh terdiri dari 18 Kabupaten dang 5 Kota. Salah satunya adalah Kabupaten Aceh Tenggara dengan Kutacane sebagai ibu kota Kabupaten.


Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.

Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara atau sering di sebut juga dengan singkatan Agara. Sebuah Kabupaten yang memiliki banyak keunikan, terdapat beberapa kesamaan dan tentu memiliki keberagaman dengan kampung halamanku di Payakumbuh, Sumatera Barat.   


Culture Shock di Tanah Alas. Perbedaan demi perbedaan yang kami temui, awal mula memang terasa sangat berat. Namun, seiring berjalannya waktu dan penerimaan yang baik dari tanah Alas ini membuat kami merasakan sesuatu yang lebih. 

Nah, gaes apa kalian sudah pernah berkunjung ke Ketambe belum???

Atau masih ragu serta bingung, di sana cuma Sungai doang?

Sini aku kenalin dengan Sungai Naga Kesiangan, yang terletang di jalan lintas Kutacane-Blangkejeren.

Sungai Naga Kesiangan

Foto Patung Seekor Naga yang melingkar di atas Batu


Jumat, 27 Mei 2022

Kesakitan

Halo Sonya?
Apa kabarmu hari ini?
Sepertinya tidak baik-baik saja.
Boleh aku bercerita tentang dirimu, tentang perasaanmu dan tentang peristiwa peristiwa yang terlintas dalam benakku hari ini teman?

Aku adalah teman sejatimu, aku teman dimana engkau merasakan semua gejolak emosi, aku hadir saat ini.

Maaf yaa, aku sempat engkau lupakan beberapa lama, aku nyaris merasa tak berguna lho.
Tapi ketika engkau merasakan Kesakitan hari ini, aku kembali menjadi sesuatu hal yang berarti.
Tapi bukan berarti aku ingin kamu terus kesakitan ya teman.

Aku melihat kamu sedang rindu dengan masa emasmu yaa?
Waktu ketika, prestasi demi prestasi lahir sana dan sini.
Kamu memiliki banyak tempat, dan hadir di setiap hati mereka.

Kamu yang sabar yaa, sabar sedikit lagi kok,
ingat saja Innayah dan Shabir yang saat ini kian bertumbuh sehat dan cerdas.
Nikmati saja waktunya ya, semoga lelahmu berkah yaa mama.

Oh iya, aku lihat sendal Innayah putus yaa? Baju Shabir pun banyak yang sudah lusuh.
Sabar yaaa, aku tahu keinginanmu itu besar. Namun terhalang keterbatasan.
Sehat dan bahagia terus ya,..
biar bagaimanapun, kerikil dan terjalnya perjalanan kehidupan itu.
Aku yakin kamu mampu melewatinya, nikmati saja dulu.

Kita tak selamanya hidup serba ada, tidak pula selamanya keinginan kita dapat terpenuhi.
Kadang dengan kesakitan dan keterbatasan yang datang ini, membuat kita lebih memaknai kehidupan.
Dan menyukuri nikmat Allah.
Semoga kesakitanmu segera terobati, dan keterbatasan ini membuat kamu semakin berjiwa besar yaa  sayang. Kelak, kamu pasti akan menghargai setiap hal kecil menjadi lebih berarti. Karena kamu dulunya pernah merasai hal itu.

Senin, 09 Mei 2022

Kawan Lama

Tak usah di sapa lagi kawan,
Perlumu sudah usai.
Kurasapun tak ada lagi urusan,
sebab tempo hari hutang sudah kau lunaskan.


Diberanda akun media sosialmu sudah jarang kulihat namaku, kini.
Kalau bicara dahulu, sering kali tiap postingan, kau tandai aku.


Sekarang, jangankan hal itu terulang lagi,
notifikasi salam darimu saja sudah tak lagi.
Bisa saja waktu dan kesibukan yang membuat kita berjarak.
Tapi setidaknya, rindu dan kasih membuat kita tetap akrab bukan?


Hah, itu hanya rasa-rasaku saja, yang mengharap berkawan padamu.
Sedangkan kau tidak.



Sepertinya, aku butuh luka ini kembali sakit,
biar kalau sakit terasa,untuk mengingat namamu saja aku tak sempat.


dariku, yang dulu pernah akrab.