sajak sajak telah lusuh
senja belumlah tiba
rindu memeluk kemuning yang merona
siang masih membias
pada langit tinggi
alunan gita telah hilang irama
mencari dalam persembunyian hati
rasa-rasa gundah gulana
ia mendamba kasih
riuh pada lirikan syair cinta
ah, masa sekejap terasa lama
senja yang ke sekian kali
ia tak ingin kehilangan lagi
tapi, ini waktu menjadi peluru
ia pun tak mau mati untuk menunggu
pagi baginya adalah mimpi
ia harus segera berlari
kembali pada siang
dalam antara waktu yang ia punya
Indarung, 10:21