Jumat, 28 Agustus 2015

Setitik Kebaikan


Banyaknya kejutan Tuhan hari demi hari menjadikan waktuku sarat dengan hikmah.
Memaknai Syukur dan Belajar.
Semua terjadi atas IzinNya,
Harapan pun tumbuh atas IzinNya.
Biar ribut dari kiri kanan pendengaran, akuku tetap berdendang dalam kesulitan.
Adapun dihantar oleh derai air mata, kadang kala dengan sedih.
Akuku tetaplah harus bersyukur, karena ini adalah nikmat
Tumbuh-tumbuhlah jiwa yang baik,
sejukkan pemandangan kehidupan dengan teduhnya pribadi
biarpun diinjak-injak, kan menjadikan diri semakin kuat
terus-teruskanlah mengedepankan wahai niat baik
sesederhana ucapan dan perkataan baik
kelak akan menjadi layak pribadi baik ini hebat
tidak akan menolak dunia bila kebaikan itu sebesar titik titik debu beterbangan
dunia yang telah kontras dan girang dengan hura-hura jahiliah
hura-hura harta, ucap-ucap nista,
mereka yang tetap menginginkan damai
pasti dahaga dengan kebaikan.
Kebaikan-kebaikan yang akan menyuburkan hati
mengikis murka dan kekejian penyakit hati.
Karena kelak setiap mereka akan tau,
bahwa sucinya hati bukanlah kepura-puraan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar