Halo Sonya?
Apa kabarmu hari ini?
Sepertinya tidak baik-baik saja.
Boleh aku bercerita tentang dirimu, tentang perasaanmu dan tentang peristiwa peristiwa yang terlintas dalam benakku hari ini teman?
Aku adalah teman sejatimu, aku teman dimana engkau merasakan semua gejolak emosi, aku hadir saat ini.
Maaf yaa, aku sempat engkau lupakan beberapa lama, aku nyaris merasa tak berguna lho.
Tapi ketika engkau merasakan Kesakitan hari ini, aku kembali menjadi sesuatu hal yang berarti.
Tapi bukan berarti aku ingin kamu terus kesakitan ya teman.
Aku melihat kamu sedang rindu dengan masa emasmu yaa?
Waktu ketika, prestasi demi prestasi lahir sana dan sini.
Kamu memiliki banyak tempat, dan hadir di setiap hati mereka.
Kamu yang sabar yaa, sabar sedikit lagi kok,
ingat saja Innayah dan Shabir yang saat ini kian bertumbuh sehat dan cerdas.
Nikmati saja waktunya ya, semoga lelahmu berkah yaa mama.
Oh iya, aku lihat sendal Innayah putus yaa? Baju Shabir pun banyak yang sudah lusuh.
Sabar yaaa, aku tahu keinginanmu itu besar. Namun terhalang keterbatasan.
Sehat dan bahagia terus ya,..
biar bagaimanapun, kerikil dan terjalnya perjalanan kehidupan itu.
Aku yakin kamu mampu melewatinya, nikmati saja dulu.
Kita tak selamanya hidup serba ada, tidak pula selamanya keinginan kita dapat terpenuhi.
Kadang dengan kesakitan dan keterbatasan yang datang ini, membuat kita lebih memaknai kehidupan.
Dan menyukuri nikmat Allah.
Semoga kesakitanmu segera terobati, dan keterbatasan ini membuat kamu semakin berjiwa besar yaa sayang. Kelak, kamu pasti akan menghargai setiap hal kecil menjadi lebih berarti. Karena kamu dulunya pernah merasai hal itu.
Apa kabarmu hari ini?
Sepertinya tidak baik-baik saja.
Boleh aku bercerita tentang dirimu, tentang perasaanmu dan tentang peristiwa peristiwa yang terlintas dalam benakku hari ini teman?
Aku adalah teman sejatimu, aku teman dimana engkau merasakan semua gejolak emosi, aku hadir saat ini.
Maaf yaa, aku sempat engkau lupakan beberapa lama, aku nyaris merasa tak berguna lho.
Tapi ketika engkau merasakan Kesakitan hari ini, aku kembali menjadi sesuatu hal yang berarti.
Tapi bukan berarti aku ingin kamu terus kesakitan ya teman.
Aku melihat kamu sedang rindu dengan masa emasmu yaa?
Waktu ketika, prestasi demi prestasi lahir sana dan sini.
Kamu memiliki banyak tempat, dan hadir di setiap hati mereka.
Kamu yang sabar yaa, sabar sedikit lagi kok,
ingat saja Innayah dan Shabir yang saat ini kian bertumbuh sehat dan cerdas.
Nikmati saja waktunya ya, semoga lelahmu berkah yaa mama.
Oh iya, aku lihat sendal Innayah putus yaa? Baju Shabir pun banyak yang sudah lusuh.
Sabar yaaa, aku tahu keinginanmu itu besar. Namun terhalang keterbatasan.
Sehat dan bahagia terus ya,..
biar bagaimanapun, kerikil dan terjalnya perjalanan kehidupan itu.
Aku yakin kamu mampu melewatinya, nikmati saja dulu.
Kita tak selamanya hidup serba ada, tidak pula selamanya keinginan kita dapat terpenuhi.
Kadang dengan kesakitan dan keterbatasan yang datang ini, membuat kita lebih memaknai kehidupan.
Dan menyukuri nikmat Allah.
Semoga kesakitanmu segera terobati, dan keterbatasan ini membuat kamu semakin berjiwa besar yaa sayang. Kelak, kamu pasti akan menghargai setiap hal kecil menjadi lebih berarti. Karena kamu dulunya pernah merasai hal itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar